Cinta memang membutuhkan pengorbanan tapi jangan menjadi korban

Kamis, 19 Juli 2012

Perbedaan Shalat Hajat & Shalat Tahajjud

Ada seseorang yang bertanya, perbedaan shalat hajat dan shalat tahajjud. Apakah antara keduanya mempunyai perbedaan atau justru persamaan yang ada??

Banyak orang yang melakukan shalat tahajud karena punya maksud tertentu. Apalagi dengan melakukan shalat tahajjud itu, Allah swt menjanjikan sang pelaku akan ditempatkan pada posisi yang terpuji. Sebagaimana dalam firman Allah :
Dan di sebagian waktu malam maka bertahajudlah kamu sebagai tambahan buat kamu, kiranya dengan itu Allah akan membangkitkan kamu di tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Sementara itu, ada Nash lain yang juga menganjurkan untuk shalat hajat. Yaitu shalat yang dilakukan karena seseorang menginginkan mencapai sesuatu hajat. Sebagaimana yang tersebut dalam riwayat di bawah ini :
Abu Darda’ meriwayatkan, bahwa Nabi bersabda: “Barang siapa berwudhu dengan wudhu yang sempurna lalu shalat dua raka’at yang ia lakukan dengan sempurna (lalu dia minta sesuatu kepada Allah), maka Allah akan memberinya baik dengan segera atau tertangguhkan.” (HR. Ahmad, dengan sanad shahih).

Sayid Sabiq dalam buku fiqhus sunnah, menulis bab ini dengan judul “shalat hajat”. Yaitu shalat karena untuk mencapai sesuatu hajat yang diinginkan. Dengan dasar hadits inilah timbul pertanyaan perbedaan dan persamaan antara kedua shalat tersebut. Jika melihat dua nash di atas, memang kedua shalat ini kelihatannya sama. Namun, sesungguhnya terdapat perbedaan. Diantaranya adalah:
1.      Shalat tahajud sedikitnya dilakukan sebanyak dua rakaat dan paling banyak 11 rakaat, yang ditutup dengan witir. Sedangkan shalat hajat sebanyak dua rakaat.
2.      Shalat tahajud harus dilakukan di malam hari sesudah shalat isya’. Sedangkan shalat hajat bisa dilakukan kapan saja, termasuk siang hari.
3.      Shalat tahajud dikerjakan bukan karena untuk mencapai  sesuatu hajat, tetapi semata-mata karena sunnah, sekalipun sesudah shalat itu boleh saja berdoa untuk sesuatu keperluan. Sedangkan shalat hajat hanya dilakukan karena ada sesuatu hajat yang sangat penting.
4.      Ada ulama yang menambahkan bahwa usai shalat hajat harus menyebutkan hajatnya itu kepada Allah. Sedang dalam shalat tahajud tidak ada. 

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar